NEWS

TNI dan Forkopimda Boyolali Bersihkan Waduk Cengklik, Perkuat Gerakan Indonesia ASRI 2026

Aksi nyata lintas sektor wujudkan wisata bebas sampah dan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah

Boyolali – Wartakotakita.com - Semangat menghadirkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) kembali digaungkan di Kabupaten Boyolali. Jajaran TNI bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Boyolali turun langsung menggelar korve gerakan bersih sampah di kawasan wisata Honai Waduk Cengklik, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Sabtu (14/02/2026).

Tak hanya terpusat di satu lokasi, aksi serupa juga dilaksanakan di sejumlah titik kota sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan ruang publik. Gerakan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah bersama aparat dalam menata wajah kota sekaligus membangun budaya bersih di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya penguatan budaya kebersihan, penanganan sampah secara serius, serta penertiban visual kota seperti reklame, baliho, dan kabel-kabel semrawut yang mengganggu estetika.

Komitmen tersebut diterjemahkan secara konkret oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama TNI dan Polri dengan turun langsung ke lapangan. Mereka memegang sapu, mengangkat sampah, dan bekerja bakti bersama masyarakat sebagai bentuk teladan nyata.

Bertindak sebagai pimpinan apel, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan bahwa gerakan Indonesia ASRI merupakan komitmen bersama dalam mendukung penuh arahan Presiden. Ia menyoroti pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga pelajar dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga kebersihan ruang publik.

“Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga pelajar sangat penting dalam menumbuhkan budaya bersih di ruang-ruang publik,” tegasnya.

Waduk Cengklik yang menjadi salah satu ikon wisata Boyolali dipilih sebagai fokus utama kegiatan. Kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi favorit masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian warga sekitar. Oleh karena itu, kebersihan dan kelestariannya harus terus dijaga.

Dua sasaran utama menjadi perhatian dalam aksi tersebut, yakni pembersihan sampah di area wisata serta penanganan populasi eceng gondok yang mulai mengganggu ekosistem dan aktivitas pariwisata. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali dapat menurunkan kualitas air sekaligus mengurangi daya tarik wisata.

Untuk mempercepat penanganan eceng gondok, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengerahkan excavator amfibi guna membantu proses normalisasi waduk. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga waduk sebagai aset publik yang bernilai strategis.

Forkopimda Boyolali menyampaikan apresiasi atas dukungan BBWS Bengawan Solo dalam pengelolaan waduk. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen untuk terus menguatkan gerakan kebersihan melalui edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pengawasan berkelanjutan di ruang-ruang publik. Kebersihan diharapkan menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Melalui gerakan nyata ini, Boyolali menunjukkan langkah konkret menuju daerah yang bersih, sehat, tertata, dan semakin membanggakan. Waduk Cengklik pun diharapkan menjadi contoh wisata yang bebas sampah dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image