Prajurit Tangguh Lahir dari Latihan, Satgas TMMD 127 Kodim Wonogiri Tunjukkan Dedikasi di Desa Kembang
Kerja senyap tanpa klaim kehebatan, hanya disiplin dan latihan yang terus ditempa.
Wonogiri – Wartakotakita.com - Pemandangan prajurit TNI memegang cangkul, sekop, hingga mendorong angkong di lokasi pembangunan jalan desa kerap mengundang kekaguman. Di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, para personel Satgas TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0728/Wonogiri terlihat bekerja tanpa ragu, menyatu dengan warga membangun infrastruktur desa.
Sebagian orang mungkin menyebut itu sebagai kehebatan. Namun bagi para prajurit sendiri, tidak ada istilah hebat. Yang ada adalah latihan yang terus diasah, pengalaman yang ditempa berulang kali, dan disiplin yang tidak pernah longgar.
Di lokasi TMMD, personel satgas tampak fokus mengerjakan talud badan jalan sepanjang 50 meter dengan tinggi 2 meter. Talud tersebut difungsikan sebagai penahan longsor saat musim hujan, sekaligus memperkuat badan jalan yang menjadi akses utama warga.
Pekerjaan tersebut sekilas terlihat sederhana. Akan tetapi, proses memperkeras permukaan talud hingga benar-benar kokoh membutuhkan ketelitian, teknik yang tepat, serta ketahanan fisik. Setiap susunan batu dan adukan semen tidak dikerjakan asal-asalan, melainkan melalui tahapan yang sudah berkali-kali mereka lakukan dalam berbagai kegiatan pembangunan sebelumnya.
Perwira Pengawas TMMD 127 Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Jumadi, menegaskan bahwa personel yang tergabung dalam Satgas TMMD merupakan prajurit yang telah memiliki kemampuan teknis di lapangan.
“Rata-rata personel Satgas TMMD ini sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan seperti ini. Semua karena latihan dan pengalaman, bukan karena merasa paling hebat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, pemilihan personel Satgas TMMD dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dalam menangani berbagai bidang pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Dengan bekal tersebut, prajurit mampu beradaptasi di berbagai kondisi medan, termasuk di wilayah pelosok desa.
Program TMMD bukan sekadar membangun jalan atau talud, tetapi juga membangun kebersamaan. Di Desa Kembang, prajurit dan masyarakat bekerja berdampingan, saling membantu dan berbagi peran. Angkong yang hilir mudik membawa material menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan rakyat.
Di bawah terik matahari dan kondisi lapangan yang tidak selalu mudah, para prajurit tetap bekerja dengan ritme yang terjaga. Tidak ada klaim kehebatan, tidak ada sorotan berlebihan. Yang terlihat hanyalah ketekunan dan tanggung jawab.
Melalui TMMD ke-127, Kodim 0728/Wonogiri kembali membuktikan bahwa ketangguhan prajurit bukan lahir dari pujian, melainkan dari latihan yang konsisten dan dedikasi yang tulus untuk masyarakat. Infrastruktur yang terbangun di Desa Kembang pun menjadi saksi nyata bahwa prajurit tangguh dibentuk oleh proses panjang, bukan sekadar label.
Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

