NEWS

Kades Kunti Berikan Keterangan Soal Proyek P3TGAI HIPPA yang Disorot Warga

Saluran irigasi P3-TGAI di Desa Kunti, Bungkal, Ponorogo.

Warga menyampaikan pertanyaan, HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) dan pemerintah desa memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan kegiatan

PONOROGO - Wartakotakita.comPelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian dari warga setempat. Meski proyek irigasi tersebut telah lama dinyatakan selesai, masih terdapat sejumlah hal yang dipertanyakan oleh sebagian warga, terutama terkait kualitas bangunan serta proses pelaksanaannya.

Seorang warga Desa Kunti yang tidak bersedia disebutkan namanya menyampaikan bahwa beberapa bagian bangunan irigasi tampak mengalami keretakan. Kondisi tersebut, menurutnya, terlihat setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat pada pekan lalu. Selain itu, warga juga menanyakan kejelasan terkait tenaga kerja yang terlibat serta munculnya isu pemihakketigaan proyek.

Menanggapi hal tersebut, Ketua HIPPA Kunti, Sugeng, menjelaskan bahwa pekerjaan P3TGAI telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menyatakan tidak mengetahui adanya dugaan pekerja fiktif maupun isu pemihakketigaan proyek. Sugeng juga menyampaikan bahwa setelah proyek selesai, dirinya sempat mengalami sakit sehingga tidak terlibat langsung dalam aktivitas lanjutan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Desa Kunti, Kartono, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan proyek P3TGAI dikerjakan dan dikelola oleh HIPPA Kunti. Ia memastikan pemerintah desa tidak ikut campur dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Terkait isu proyek dipihakketigakan, Kartono menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Penjelasan serupa disampaikan oleh Bendahara HIPPA Kunti, Tejo. Ia mengatakan bahwa pembangunan P3TGAI di Desa Kunti telah dilaksanakan sesuai prosedur dan didampingi oleh pendamping yang berkompeten. Mengenai keretakan bangunan yang menjadi perhatian warga, Tejo menyebutkan bahwa pihak HIPPA telah melakukan perbaikan.

Terkait dugaan pekerja fiktif itu tidak benar. Memang ada tukang yang diambil dari luar desa karena banyak warga yang sedang sibuk, namun para pekerja tetap berasal dari Desa Kunti,” ujar Tejo.

Dengan adanya klarifikasi dari berbagai pihak, pelaksanaan P3TGAI di Desa Kunti diharapkan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat serta tetap memberikan manfaat bagi peningkatan fungsi irigasi dan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.

Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image