Anugerah LDA Keraton Surakarta untuk Empu Patih Slahung, Bukti Pengakuan Pelestari Tosan Aji Ponorogo
Penghargaan bergengsi diberikan langsung oleh KPH Dr. Eddy S. Wirabhumi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi menjaga warisan budaya keris dan tosan aji.
Ponorogo – Wartakotakita.com - Pelestarian warisan budaya adiluhung Nusantara kembali mendapat perhatian serius. Empu Patih, pelestari dan pembuat tosan aji asal Desa Galak, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, menerima penghargaan resmi dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr. Eddy S. Wirabhumi, S.H., M.M., tokoh sentral di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menjabat sebagai Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) sekaligus Ketua Lembaga Hukum Keraton.
Momentum sakral itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pengakuan atas dedikasi panjang Empu Patih dalam menjaga, merawat, dan melestarikan seni pembuatan tosan aji khususnya keris yang sarat nilai filosofis dan spiritual.
Dedikasi Menjaga Warisan Leluhur
Sebagai seorang empu, Empu Patih tidak hanya menempa bilah besi menjadi pusaka, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam setiap karya yang dihasilkannya. Tosan aji bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol jati diri, kehormatan, dan perjalanan spiritual masyarakat Jawa.
Di tangan Empu Patih, proses tempa dilakukan dengan ketelitian tinggi, memadukan teknik tradisional turun-temurun dengan laku batin yang disiplin. Setiap lekuk bilah, pamor yang terbentuk, hingga tahapan penyepuhan, mengandung makna mendalam yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Penghargaan dari LDA Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi penguat bahwa upaya pelestarian budaya di daerah tidak pernah luput dari perhatian pusat kebudayaan Jawa.
Peran Strategis LDA Keraton Surakarta
Dalam sambutannya, KPH Dr. Eddy S. Wirabhumi menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, terutama terhadap warisan tosan aji yang telah diakui sebagai bagian penting identitas bangsa.
Sebagai Ketua Eksekutif LDA dan Ketua Lembaga Hukum Keraton, beliau menekankan pentingnya pembinaan terhadap para empu agar regenerasi tetap berjalan dan nilai-nilai luhur tidak tergerus zaman.
Penghargaan yang diberikan kepada Empu Patih menjadi wujud nyata komitmen Keraton dalam mendukung para pelestari budaya di berbagai daerah, termasuk Ponorogo yang dikenal kaya tradisi dan seni.
Ponorogo dan Jejak Tosan Aji
Selama ini, Ponorogo lebih dikenal dengan Reyog sebagai ikon budaya. Namun di balik itu, terdapat para perajin dan empu yang setia menjaga tradisi tosan aji. Kehadiran Empu Patih menjadi bukti bahwa Ponorogo juga memiliki peran penting dalam mata rantai pelestarian keris dan pusaka Nusantara.
Penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai dan mempelajari seni pembuatan tosan aji. Di tengah arus modernisasi, eksistensi empu menjadi penjaga nyala api tradisi agar tidak padam.
Dengan diterimanya penghargaan dari LDA Keraton Surakarta Hadiningrat, Empu Patih Desa Galak Slahung Ponorogo kini tercatat sebagai salah satu pelestari tosan aji yang mendapat legitimasi dan apresiasi langsung dari lingkungan Keraton.
Sebuah kebanggaan bagi Ponorogo, sekaligus pengingat bahwa budaya hanya akan lestari jika terus dijaga dengan kesungguhan hati.
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com
