Tadarus Budaya di Trenggalek, 28 Grup Reyog Terima Penghargaan dari LDA Keraton Surakarta
Malam budaya di Halaman Pasar Pon Trenggalek menjadi momentum pelestarian seni Reyog sekaligus apresiasi bagi para pelaku budaya daerah.
Trenggalek - Wartakotakita.com - Suasana malam akhir pekan di Kabupaten Trenggalek tampak berbeda pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Ribuan masyarakat memadati Halaman Pasar Pon Kota Trenggalek untuk mengikuti kegiatan Tadarus Budaya, sebuah agenda yang menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap kekayaan tradisi lokal.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan para pecinta seni dan budaya, namun juga menjadi momentum penting bagi para pelaku seni Reyog di Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 28 grup Reyog dari berbagai wilayah di Trenggalek menerima Piagam Penghargaan dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat.
Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan LDA Keraton Surakarta Hadiningrat, KRAT Sunarno Suro Agul Agul, kepada perwakilan grup Reyog yang hadir dalam acara tersebut.
Malam budaya yang berlangsung hangat ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus penghargaan terhadap dedikasi para seniman Reyog yang selama ini terus menjaga, merawat, dan menghidupkan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Dalam wawancara usai acara, KRAT Sunarno Suro Agul Agul menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi para pelaku seni Reyog di Trenggalek yang terus berupaya mempertahankan tradisi leluhur.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para seniman Reyog di Trenggalek. Mereka tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus mengenalkan budaya kepada generasi muda agar tetap hidup dan berkembang di masa depan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti Tadarus Budaya sangat penting sebagai ruang silaturahmi budaya sekaligus wadah untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para seniman, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat serta pemerintah daerah agar tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tetap lestari.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika masyarakat mencintai budayanya sendiri, maka nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya akan terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, para perwakilan grup Reyog yang menerima penghargaan mengaku bangga dan terharu atas apresiasi yang diberikan oleh LDA Keraton Surakarta Hadiningrat. Mereka menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus berkarya dan menjaga eksistensi Reyog di tengah dinamika zaman.
Kegiatan Tadarus Budaya di Kabupaten Trenggalek ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang semakin menambah semarak suasana malam. Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan rangkaian acara hingga akhir.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan seni Reyog dan tradisi budaya Jawa lainnya terus berkembang, dikenal luas, serta tetap menjadi kebanggaan masyarakat Trenggalek dan Indonesia pada umumnya.
Reporter : Tim Media Pakasa Gebang Tinatar
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

