NEWS

Jembatan Perintis Garuda Jalen–Dadapan: Menyambung Akses, Merajut Kebersamaan Warga

 

Ketika beton dan baja bertemu gotong royong, lahirlah infrastruktur yang bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga hati masyarakat.

Ponorogo - Wartakotakita.comDeru alat kerja dan langkah kaki warga berpadu sejak pagi hari di wilayah Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Di antara hamparan tanah dan rangka besi, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Jalen dan Desa Dadapan terus dikebut hingga hari ini, Selasa (19/01/2026).

Jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Proses pengerjaannya melibatkan anggota Kodim 0802/Ponorogo, perangkat desa, serta masyarakat dari dua desa yang setiap hari bergotong royong, bahu membahu, tanpa sekat.

Dengan lebar 32 meter dan panjang 36 meter, jembatan tersebut dirancang untuk memperlancar akses ekonomi, memudahkan mobilitas warga, serta membuka jalur distribusi hasil pertanian dan kegiatan sosial masyarakat. Namun lebih dari itu, pembangunan ini juga menjadi fondasi penting bagi penguatan infrastruktur non fisik di tengah kehidupan desa.

Di lapangan, pemandangan kebersamaan begitu terasa. Sinergi TNI dan masyarakat terjalin secara alami, bekerja bersama dalam suasana kekeluargaan. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian kerja warga. Semua menyatu dalam tujuan yang sama: menyukseskan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.

Nilai kebersamaan itu tidak berhenti saat pekerjaan fisik selesai sementara. Ketika waktu istirahat tiba, suasana keakraban justru semakin terasa. Makan siang dilakukan bersama, duduk berdekatan, berbincang ringan, dan saling bertukar cerita. Bahkan proses memasak pun dilakukan secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK dari Desa Jalen dan Desa Dadapan, yang sejak pagi telah menyiapkan hidangan untuk para pekerja.

Kehadiran masyarakat secara sukarela menunjukkan keikhlasan, kekompakan, dan harmonisasi sosial yang selama ini telah tumbuh kuat di wilayah tersebut. Pembangunan jembatan ini menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai luhur: toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat pedesaan.

Singkatnya, Jembatan Perintis Garuda bukan hanya membangun struktur penghubung antarwilayah. Ia juga membangun jembatan sosial, memperkuat hubungan antarwarga, serta menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari beton dan baja, tetapi dari sejauh mana ia mampu menyatukan manusia di dalamnya.

Reporter : MdC0802
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image