WARTAKOTAKITA.com
“Berita Terkini, Gaya Masa Kini”
BREAKING NEWS

Dari Tanah yang Retak, Prajurit Kodim Ponorogo Menanam Harapan

Kodim 0802/Ponorogo bersama komunitas dan instansi terkait tanam ratusan bibit pohon di Gunung Tumpak Ragi untuk pulihkan ekosistem hutan Desa Galak.

Anggota Kodim Ponorogo Ikut Jaga Kelestarian Hutan Lewat Aksi Tanam 350 Pohon di Tumpak Ragi

PONOROGO - WARTA KOTA KITA - Embun pagi di lereng Gunung Tumpak Ragi, Desa Galak, Kecamatan Slahung, masih menempel di pucuk ilalang ketika puluhan relawan dan aparat tiba dengan langkah mantap. Di bawah langit Minggu (30/11/2025) yang cerah, suasana hening hutan pecah oleh suara cangkul dan tawa ringan mereka yang datang dengan satu tujuan: menghidupkan kembali hutan yang mulai menua.

Dalam momen yang hangat dan penuh kebersamaan itu, anggota Koramil Tipe B 0802/10 Slahung, Kodim 0802/Ponorogo, berada di garda depan kegiatan penanaman pohon. Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Komnas PPLH DPD Ponorogo, Dinas Lingkungan Hidup, BKPH Ponorogo Selatan, Pemerintah Desa Galak, Komunitas Hijau Lestari, hingga PBI (Pelestari Burung Indonesia) Cabang Ponorogo.

Pemulihan Hutan yang Semakin Menipis

Peltu Teguh Setyono, Bati Tuud Koramil 0802/10 Slahung, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk memulihkan kawasan hutan Tumpak Ragi yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga di sekitarnya.

“Tujuan penanaman pohon di Gunung Tumpak Ragi ini adalah untuk pemulihan kualitas hutan agar semakin hijau, Kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga ekosistem hutan dan memastikan kawasan ini mampu menyerap serta menyimpan air demi kebutuhan masyarakat Desa Galak dan sekitarnya.” tulis Bati Tuud Koramil Tipe B 0802/10 Slahung laporan kepada Komando Atas.

Di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim, upaya penghijauan di kawasan hulu seperti ini menjadi tumpuan harapan banyak desa di Slahung. Hutan yang terpelihara berarti mata air tetap mengalir, sawah tetap hijau, dan kehidupan masyarakat tetap stabil.

350 Bibit Ditancapkan: Harapan yang Mulai Bertumbuh

Tak hanya aktivitas simbolis, kegiatan ini benar-benar meninggalkan jejak. Sebanyak 350 bibit pohon ditanam rapi di titik-titik yang dinilai kritis:

  • Trembesi — 100 batang
  • Asem — 100 batang
  • Beringin — 50 bibit
  • Alpukat — 50 bibit
  • Nangka — 50 bibit

Setiap bibit yang ditanam membawa harapan agar kawasan hutan Tumpak Ragi kembali rimbun, menjadi rumah bagi satwa, dan menjaga cadangan air yang semakin dibutuhkan.

Kolaborasi yang Menguatkan

Aksi tanam pohon ini juga memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak. Dari aparat desa, komunitas pecinta alam, hingga jajaran TNI, semuanya berkumpul dengan satu semangat: menyelamatkan hutan.

Di akhir kegiatan, suasana kembali hening. Namun kali ini, hening yang menyimpan harapan karena 350 bibit kecil yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi benteng hijau Ponorogo di masa depan.


Reporter: MdC0802
Editor: Warta Kota Kita


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image