NEWS

Setelah Tiga Tahun Sakit Stroke, Djiman Kini Menatap Harapan Baru Lewat TMMD

Mbah Djiman
Program TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo menghadirkan harapan baru bagi keluarga Djiman yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat sakit stroke dan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan.

Ponorogo - Wartakotakita.com – Di balik kesibukan anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo membangun pondasi sebuah rumah di Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, tersimpan kisah perjuangan hidup yang menyentuh hati. Rumah sederhana milik pasutri Djiman dan Parmi (59) menjadi salah satu sasaran tambahan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD, Kamis (23/07/2026).

Sejak pagi, enam anggota Satgas TMMD bersama warga tampak bergotong royong membangun rumah yang sebelumnya dibongkar total karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Satu per satu pondasi mulai berdiri, menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Di antara warga yang ikut bekerja, Mismun (55), tokoh masyarakat Dukuh Gupit, mengaku sangat bersyukur keluarga Parmi dipilih sebagai penerima bantuan RTLH. Menurutnya, keputusan tersebut sangat tepat mengingat kondisi keluarga yang sudah lama menghadapi cobaan berat.

"Sasaran rehab RTLH milik Ibu Parmi ini sangat tepat. Suaminya, Mbah Djiman, sudah sakit stroke lebih dari tiga tahun. Beliau tidak bisa bekerja, bahkan untuk berjalan maupun berdiri saja sangat kesulitan,"ungkap Mismun.

Ia menuturkan, sebelum direhabilitasi, rumah keluarga tersebut benar-benar tidak layak dihuni. Ketika musim penghujan datang, kondisi bangunan semakin memprihatinkan. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi membuat keluarga itu hampir tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri.

"Awalnya sebelum dibongkar total, rumah ini benar-benar tidak layak huni. Apalagi saat musim penghujan nanti, sangat memprihatinkan. Dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, dipastikan keluarga ini tidak mungkin memiliki biaya untuk memperbaikinya,"tambahnya.

Tak jauh dari lokasi pembangunan, Djiman tampak berdiri sambil memperhatikan rumahnya yang sedang dibangun oleh anggota Satgas TMMD bersama warga. Meski tubuhnya melemah akibat sakit stroke yang dideritanya selama lebih dari tiga tahun, sorot matanya memancarkan rasa syukur. Tanpa banyak kata, ia beberapa kali menunjuk ke arah rumah yang sedang dibangun, seolah ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel TNI dan masyarakat yang telah membantunya.

Sementara itu, Parmi menuturkan bahwa sejak suaminya terserang stroke, kehidupan keluarga mereka berubah drastis. Selain tidak lagi mampu bekerja, Djiman juga mengalami kesulitan untuk berdiri maupun berjalan. Mereka hanya tinggal bertiga bersama seorang anak perempuan yang selama ini setia merawat kedua orang tuanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, keluarga tersebut untuk sementara menempati dapur sederhana yang berada di samping kandang kambing, hingga rumah baru mereka selesai dibangun.

Rehabilitasi rumah ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi juga membangkitkan harapan bagi keluarga Djiman yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Melalui kepedulian TNI bersama masyarakat, TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo kembali membuktikan bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Reporter : Pam MdC0802
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image