NEWS

Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo Terima Piagam Penghargaan Pelestarian Seni Budaya Tradisi Reyog Ponorogo

Foto kiri : Sri Widagdo Purwo Ardyasworo (Dewan Pembina Reyog Simo Mulyo Utomo) pada saat menerima Piagam Penghargaan dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat

Penghargaan dari Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat menjadi apresiasi atas konsistensi Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo dalam merawat dan menghidupkan seni tradisi Reyog Ponorogo.

Ponorogo - Wartakotakita.com - Suasana pergelaran kesenian Reyog di halaman rumah Bapak Sri Widagdo Purwo Ardyasworo, yang akrab disapa Didit, di Desa Karangan, Kecamatan Balong, Ponorogo, Senin siang, 10 Agustus 2026, berlangsung istimewa.

Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo mendapatkan penghargaan atas kiprahnya dalam melestarikan seni budaya tradisi Reyog Ponorogo.

Piagam penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, yang diwakili KRA Suro Agul-Agul Sunarso, kepada Sri Widagdo Purwo Ardyasworo, selaku Dewan Pembina Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo.

Foto dari kiri : Sri Widagdo Purwo Ardyasworo & Mukarom (Pembina Reyog Simo Mulyo Utomo) KRA Suro Agul-Agul Sunarso

Penyerahan piagam itu menjadi bagian penting dalam pergelaran Reyog yang tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur.

Bagi para pelaku seni, penghargaan tersebut bukan semata-mata sebuah piagam. Di baliknya terdapat pesan tentang pentingnya menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Apresiasi untuk Pelestari Tradisi

KRA Suro Agul-Agul Sunarso mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang secara nyata ikut menjaga keberlangsungan seni budaya tradisi, khususnya Reyog Ponorogo.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo yang selama ini ikut menjaga dan melestarikan seni budaya tradisi Reyog Ponorogo. Kami berharap semangat ini terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar KRA Suro Agul-Agul Sunarso.

Menurutnya, keberadaan paguyuban kesenian di tengah masyarakat memiliki peran penting. Seni tradisi akan tetap hidup apabila terus dipentaskan, dipelajari dan dicintai oleh masyarakatnya sendiri.

Menjaga Warisan untuk Generasi Berikutnya

Sementara itu, Sri Widagdo Purwo Ardyasworo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

Baginya, piagam tersebut menjadi penyemangat bagi Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo untuk terus berkarya dan menjaga kesenian Reyog Ponorogo.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini. Bagi kami, ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat untuk terus melestarikan Reyog Ponorogo. Apa yang kami lakukan hari ini semoga bisa menjadi warisan budaya yang terus dikenal dan dicintai generasi mendatang,” ungkap Sri Widagdo.

Pergelaran Reyog yang berlangsung di halaman kediamannya pun menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat, dari halaman rumah, sanggar, paguyuban hingga berbagai ruang kebudayaan.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan kelompok-kelompok seni seperti Paguyuban Reyog Simo Mulyo Utomo menjadi bagian penting dalam menjaga denyut kehidupan budaya Ponorogo.

Penghargaan dari Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat akhirnya bukan hanya menjadi catatan bagi sebuah paguyuban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya akan tetap hidup ketika ada generasi yang bersedia merawatnya dengan sepenuh hati.

Reporter/Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image