NEWS

Tasyakuran Dapur SPPG Patihan Kidul 2, Anie Hashim Djojohadikusumo Dorong Ponorogo Jadi Percontohan Nasional

foto kiri Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo, tengah Bapak H. Sugeng Hariyono, kanan perwakilan LazizNu MWC NU Siman

Kehadiran ipar Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Badan Gizi Nasional memperkuat komitmen Program Makan Bergizi Gratis berbasis pemberdayaan masyarakat dan petani lokal.

Ponorogo - Wartakotakita.com - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial mewarnai tasyakuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patihan Kidul 2 di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Kamis siang (11/06/2026). Acara tersebut menghadirkan Anie Hashim Djojohadikusumo, ipar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang datang bersama Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Nyoto Suwignyo I., MM, serta tim dari Wadah Foundation.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimcam Siman, para kepala desa se-Kecamatan Siman, pengurus BGN Ponorogo, NU Care sebagai mitra yayasan, serta para petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Mewakili Yayasan Berkah Srikandi Abadi, H. Sugeng Hariono menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran BGN pusat yang dinilai memiliki visi yang sejalan dengan yayasan dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Bapak H. Sugeng Hariyono pada saat sambutan Tasyakuran SPPG Patiham Kidul 2

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membuka peluang sinergi yang berkelanjutan bagi berbagai sektor.

"Banyak manfaat dari MBG ini sebagaimana moto dari Yayasan Berkah Srikandi Abadi, sekali berlayar dua tiga pulau terlampaui. Kita buat dapur SPPG dengan harapan bisa optimal dan terus bermanfaat. Insyaallah akan amanah sehingga program ini berjalan terus sampai kapan pun," ungkap H. Sugeng yang akrab disapa Sugeng Srikandi

Komitmen yayasan dalam membantu kaum dhuafa dan anak yatim menjadi salah satu alasan utama dibangunnya dapur SPPG secara serius dengan fasilitas yang memadai.

Sementara itu, Hardjono, yang juga menjabat Ketua Harian Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 76 dapur SPPG yang telah beroperasi di Ponorogo dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 100 ribu orang, mulai dari balita, siswa sekolah, santri pondok pesantren, ibu hamil hingga ibu menyusui.

Ia menegaskan bahwa evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

"Saya melihat tanggapan anak-anak dan guru penerima manfaat luar biasa dengan sajian menu terbaik untuk semua penerima," jelasnya.

Hardjono juga menilai dampak ekonomi dari program tersebut sangat besar karena mampu menyerap ribuan tenaga kerja serta membuka pasar bagi hasil pertanian dan peternakan lokal.

"Multiefeknya luar biasa. Ribuan tenaga kerja bisa terserap maksimal dengan gaji yang cukup dan hasil petani maupun peternak terus kita dorong bermitra dengan SPPG," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Nyoto Suwignyo I., MM, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan teknologi menjadi fokus penting dalam pengembangan Program MBG. Bahkan, pihaknya membawa tim yang akan mendorong penerapan teknologi energi terbarukan melalui pemanfaatan listrik tenaga surya.

"Harapan besar dari Ponorogo, khususnya di Yayasan Berkah Srikandi Abadi, menjadi pionir dalam penerapan pemberdayaan warga maupun teknologi tenaga surya," ujarnya.

Sementara itu, Anie Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan bermartabat.

Ia memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan kelengkapan Dapur SPPG Patihan Kidul 2 yang menjadi lokasi tasyakuran tersebut. Bahkan, dirinya berharap ke depan dapat dibangun pabrik tempe modern sebagai bagian dari pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

"Saya minta ada lokasi khusus untuk pabrik tempe yang modern untuk pemberdayaan dan memenuhi kebutuhan warga," harapnya.

Berbagai konsep pengembangan, mulai dari optimalisasi energi surya hingga peningkatan fasilitas SPPG, dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Harapannya, dapur milik Yayasan Berkah Srikandi Abadi dapat menjadi model percontohan ideal bagi dapur-dapur SPPG lainnya di Indonesia.

"Kita wujudkan generasi emas dengan MBG. Ini program jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, manusia yang berdaya dan bermartabat. Dengan program ini Indonesia tidak akan kehilangan masa depan," tegasnya.

Ibu Anie Hashim meninjau SPPG Patihan Kidul 2

Selain menghadiri tasyakuran, Anie Hashim Djojohadikusumo bersama rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke Dapur SPPG Patihan Kidul 2 yang baru dibangun. Ia mengapresiasi luas bangunan, kelengkapan fasilitas, serta kesiapan dapur tersebut dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Ponorogo.

Menutup sambutannya, Anie Hashim Djojohadikusumo berharap Yayasan Berkah Srikandi Abadi dapat menjadi teladan bagi Ponorogo sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia.

Pada rangkaian tasyakuran Dapur SPPG Patihan Kidul 2, Yayasan Berkah Srikandi Abadi bersama NU Care juga menyerahkan bantuan pembiayaan bulan Juni kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang terus dijaga secara berkelanjutan.

Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image