Kirab Bedol Pusaka Tombak Kyai Unggul Mustiko, Ikhtiar Desa Sawoo Merawat Jejak Sejarah dan Budaya Leluhur
Ratusan warga memadati kirab malam pertama yang digelar Pemerintah Desa Sawoo sebagai upaya menghidupkan kembali sejarah desa, edukasi pusaka, dan pelestarian tradisi Jawa.
PONOROGO - Wartakotakita.com - Suasana sakral menyelimuti Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Rabu malam (1/7/2026) tepat pukul 23.00 WIB, ketika Kirab Bedol Pusaka Tombak Kyai Unggul Mustiko untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sawoo.
Kirab yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar prosesi budaya, tetapi menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Sawoo dalam mengenang perjalanan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebanyak sekitar 420 peserta mengikuti kirab tersebut. Mereka terdiri dari 64 Ketua RT/RW, perangkat Pemerintah Desa Sawoo, anggota BPD, para pemuda, tokoh masyarakat, hingga Kasepuhan Sunan Kumbul. Seluruh peserta berjalan bersama mengiringi pusaka dengan penuh penghormatan, menghadirkan suasana yang sarat nilai sejarah dan spiritual.
Dalam wawancara bersama Tim Redaksi Wartakotakita.com, Istian Andra Suminar yang akrab disapa Mbak Dinar, sesepuh Petilasan Sunan Kumbul sekaligus Ketua Panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat.
"Kirab Bedol Pusaka ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pusaka dan sejarah Desa Sawoo. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya nguri-uri seni budaya serta tradisi Jawa agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,"jelas Dinar
Menurutnya, terselenggaranya kirab perdana tersebut merupakan hasil kerja sama banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas kelancaran acara ini. Terima kasih juga kepada PAKASA Gebang Tinatar yang dipangarsani KRAT Sunarso Suro Agul Agul yang telah menyusun seluruh rangkaian acara sekaligus mendampingi sejak awal hingga akhir. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara ini berjalan dengan baik,"ungkap Dinar.
Sementara itu, KRAT Sunarso Suro Agul Agul, Sesepuh PAKASA Gebang Tinatar, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan kirab perdana tersebut.
"Saya merasa sangat bangga dipercaya untuk menuangkan ide, gagasan, sekaligus menyusun rangkaian Kirab Bedol Pusaka Tombak Kyai Unggul Mustiko ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat jati diri masyarakat Sawoo,"tutur Sunarso
Pj. Kepala Desa Sawoo, Margo Utomo, S.Sos, menyampaikan bahwa kirab perdana ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Desa Sawoo untuk melestarikan sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki desa.
"Kirab Bedol Pusaka Tombak Kyai Unggul Mustiko bukan hanya sebuah prosesi budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat serta mengenalkan sejarah Desa Sawoo kepada generasi muda. Pemerintah Desa berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya yang berkelanjutan,"ujar Margo Utomo, S.Sos.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Sawoo bersama PAKASA Gebang Tinatar serta seluruh elemen masyarakat Desa Sawoo. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan sejarah serta budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
Malam yang sunyi berubah menjadi panggung budaya yang penuh makna. Di bawah cahaya lampu dan langkah-langkah para peserta kirab, pusaka yang diwariskan leluhur seakan kembali bercerita tentang perjalanan panjang Desa Sawoo. Bagi masyarakat, kirab ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya adalah identitas yang harus terus dijaga agar tetap hidup di masa depan.
Reporter : Eka Harnawa
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com



