Jejak Reyog Ponorogo Menggema di Bumi Kalimantan, 14 Grup Reyog dan 1 Grup Kuda Lumping Terima Piagam Pelestari Budaya
![]() |
| Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, S.H., M.H., turut menyerahkan piagam penghargaan kepada para Seniman Reyog di Kalimantan Tengah |
Penghargaan dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat Menjadi Penanda Semangat Melestarikan Reyog Ponorogo di Tanah Rantau
Kotawaringin Barat - Wartakotakita.com - Semangat melestarikan Reyog Ponorogo terus berkobar hingga ke luar tanah kelahirannya. Suasana penuh kebanggaan menyelimuti Lapangan Polsek Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Jumat malam (26/6/2026) saat 14 grup Reyog dan 1 grup Kuda Lumping menerima Piagam Pelestari Reyog Ponorogo dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat (LDA).
Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh perwakilan Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, KRAT Sunarso Suro Agul-Agul, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pelaku seni yang selama ini tetap menjaga, merawat, dan mengenalkan Reyog Ponorogo di wilayah Kalimantan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan menjadi simbol bahwa warisan budaya Nusantara mampu tumbuh subur di mana pun masyarakatnya berada. Dari panggung sederhana di Pangkalan Banteng, semangat pelestarian budaya itu menyatukan para seniman lintas daerah dalam satu tekad menjaga identitas bangsa.
Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, S.H., M.H., turut menyerahkan piagam penghargaan kepada para penerima. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan komunitas Reyog tidak hanya menjadi wadah berkesenian, tetapi juga mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
"Kami mengapresiasi seluruh kelompok seni yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan Reyog Ponorogo di Kalimantan Tengah. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, serta mengenalkan budaya luhur Indonesia kepada generasi muda," ujar Iptu Agung Sugiarto.
![]() |
| Suasana penyerahan Piagam Penghargaan |
Sementara itu, Ketua Panitia, Parmin, yang juga sesepuh Seni Reyog Wahyu Singo Budoyo Pangkalan Banteng, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi kepada para pelestari seni, melainkan menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan Reyog Ponorogo di luar daerah asalnya.
"Harapan kami sederhana namun memiliki makna yang besar, yaitu terus meningkatkan dan mengembangkan seni budaya, khususnya Reyog Ponorogo di Kalimantan Tengah, agar tetap hidup, dicintai masyarakat, dan diwariskan kepada generasi penerus," ujarnya.
Parmin menjelaskan bahwa visi yang diusung adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter melalui seni budaya, sedangkan misinya adalah mengembangkan seni Reyog Ponorogo di Kalimantan Tengah sebagai sarana pembinaan generasi muda, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya bangsa.
"Kami ingin Reyog Ponorogo menjadi wadah yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat rasa kebinekaan, serta merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama. Seni budaya harus menjadi perekat persaudaraan dan kebersamaan, sehingga masyarakat hidup rukun dalam keberagaman," tutur Parmin.
Ia pun berharap semangat pelestarian budaya yang terus berkembang di Kalimantan Tengah mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
"Semoga Kalimantan Tengah senantiasa hidup damai, maju, dan sejahtera. Mari kita bersama-sama menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari, sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga melalui semangat kebersamaan yang dibangun dari seni Reyog Ponorogo," harapnya.
![]() |
| KRAT Sunarso Suro Agul-Agul (kanan) beserta Ketua Panitia dan Seniman Reyog Kalimantan Timur |
Perwakilan Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, KRAT Sunarso Suro Agul-Agul, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang budaya yang telah menjaga eksistensi Reyog di perantauan.
"Reyog Ponorogo adalah warisan budaya yang harus terus dijaga bersama. Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pelestari yang tanpa lelah mempertahankan nilai, filosofi, dan identitas budaya bangsa. Semoga semangat ini terus menyebar hingga seluruh Pulau Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia," tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyerahan Piagam Pelestari Reyog Ponorogo akan dilanjutkan ke berbagai kota di seluruh Pulau Kalimantan, sehingga semakin banyak komunitas seni yang mendapatkan apresiasi atas dedikasinya menjaga budaya leluhur.
Daftar Penerima Piagam Pelestari Reyog Ponorogo
- Reyog Turonggo Setyo Budoyo – Desa Bukit Indah, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
- Reyog Satrio Budoyo – Desa Sumber Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
- Reyog Turonggo Mudo – Desa Bukit Harun, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau.
- Reyog Jati Turonggo Putro Manunggal – Desa Jangkar Prima, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau.
- Reyog Turonggo Satriyo Budoyo – Desa Winorejo, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau.
- Seni Reyog Singo Budaya – Desa Bukit Sungkai, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara.
- Reyog Surya Budoyo – Desa Pilih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Bharoto Joyo – Pangkalan Satu, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Wahyu Singo Budoyo – Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Warok Singolodro – Pangkalan Bayat.
- Seni Reyog Singo Manggolo Yudho – Karang Mulya, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Singo Turonggo Mudho – Pangkalan Dewa, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Singo Budoyo – Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat.
- Seni Reyog Singo Budaya – Desa Bukit Sungkai, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara.
- Seni Kuda Lumping Karya Budaya – Desa Bukit Sungkai, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Reyog Ponorogo bukan hanya milik masyarakat Ponorogo, melainkan telah menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Di tanah Kalimantan, suara gamelan, dentuman kendang, dan gagahnya Dadak Merak terus hidup melalui tangan-tangan para pelestari budaya yang menjaga warisan leluhur dengan penuh cinta. Melalui semangat gotong royong, persatuan, dan kebinekaan yang terus dipupuk, Reyog Ponorogo diharapkan semakin berkembang sebagai warisan budaya yang mempersatukan masyarakat lintas suku, ras, dan agama di seluruh Nusantara.
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com


