NEWS

ZHAFIRA QALBU TERIMA PENGHARGAAN DARI LEMBAGA DEWAN ADAT KERATON SURAKARTA, BUKTI DEDIKASI MELESTARIKAN SENI HADROH ISLAMI

Foto : ZHAFIRA QALBU pada saat perform di Bangsal Smorokoto Keraton Surakarta

Penghargaan yang diberikan langsung oleh GKR Wandansari Koes Murtiyah atau Gusti Mung menjadi bentuk apresiasi atas kiprah kelompok hadroh asal Desa Trisono, Babadan, Ponorogo, dalam menjaga warisan seni budaya Islami.

SURAKARTA - Wartakotakita.com - Lantunan selawat yang berpadu dengan tabuhan rebana bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya tersimpan nilai religius, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi Islami agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan Grup Hadroh ZHAFIRA QALBU, kelompok seni hadroh asal Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, yang menerima penghargaan dari LDA (Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat), Jumat (6/11/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku dan pelestari seni budaya hadroh Islami. Menariknya, penghargaan tidak hanya diberikan kepada grup ZHAFIRA QALBU, tetapi juga kepada masing-masing anggota yang selama ini turut berperan dalam menjaga eksistensi kesenian hadroh.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh GKR Wandansari Koes Murtiyah, yang lebih akrab disapa Gusti Mung, bertempat di Bangsal Smorokoto.

Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar ZHAFIRA QALBU. Apresiasi yang diterima bukan semata-mata tentang sebuah penghargaan, melainkan juga pengakuan atas dedikasi, ketekunan, dan konsistensi dalam merawat seni budaya Islami melalui lantunan hadroh.

Bagi para pelakunya, hadroh bukan sekadar aktivitas bermusik. Kesenian ini menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, melantunkan selawat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat baru bagi seluruh anggota ZHAFIRA QALBU untuk terus berkarya dan menjaga keberlangsungan seni hadroh, khususnya di Kabupaten Ponorogo.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan kelompok-kelompok seni tradisional memiliki peran penting dalam mempertahankan kekayaan budaya daerah. Regenerasi dan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar kesenian yang sarat nilai spiritual ini tidak berhenti pada satu generasi saja.

Semoga penghargaan ini membawa keberkahan, menjadi motivasi, serta menambah semangat bagi ZHAFIRA QALBU dan seluruh pelaku seni hadroh di Ponorogo untuk terus melestarikan seni budaya Islami.

Sebab, melestarikan budaya bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menyiapkan nilai-nilai kebaikan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

NAMA GRUP: ZHAFIRA QALBU
Trisono, Babadan, Ponorogo
1   Nama: MALIIHAH ZHAKIYAH 
2   Nama: DIAN ARISANTI
3   Nama: LINA YUKHANITA
4  Nama: ANISA ULHASANAH
5   Nama: KUSUMA DEWI DA'WATUL KARIMAH 
6   Nama: ATIK RAHMAWATI
7   Nama: LAILI AWALIA CATRINENADA. 
8   Nama: MUDJI UTAMI
9   Nama: DARWATI
10  Nama: IVA PRASTYA TANTI
11  Nama: SULIYATUN
12   Nama: SITI RUKAYAH
13   Nama: YAYUK PUJI LESTARI

Penulis: Eka Harnawa
Editor: Tim Redaksi Wartakotakita.com


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image