NEWS

Partisara Keraton Surakarta untuk 120 Penari Langen Beksan Seblak Sampur Ponorogo, Jejak Budaya Ponorogo Mendapat Pengakuan

Surakarta, Wartakotakita.com - Malam di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi saksi sebuah momentum berharga bagi para pelaku seni budaya asal Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 120 penari Langen Beksan Seblak Sampur menerima Partisara atau penghargaan dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat malam, 23 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut diberikan di Bangsal Semorokota Keraton Surakarta Hadiningrat oleh Dra. GKR. Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Mung, selaku Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat.

Para penerima penghargaan merupakan para penari yang berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, di antaranya Kecamatan Ngrayun, Sambit dan Sawoo. Kehadiran mereka menjadi gambaran bagaimana kesenian tradisi terus tumbuh melalui keterlibatan generasi muda dan masyarakat di berbagai wilayah.

Momentum tersebut turut dihadiri Ketua Punjer Pakasa Keraton Surakarta, Dr. KPH. Edy Wirabumi, Sentono Dalem, serta Ketua Pakasa Gebang Tinatar Ponorogo.

Hadir pula pencetus Seblak Sampur, Bapak Jaenuri dan Mas Erik, bersama sejumlah tokoh budaya dari Kecamatan Ngrayun yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap perkembangan kesenian tradisional Ponorogo.

Seblak Sampur sebagai Bagian dari Kekayaan Budaya Nusantara

Dalam sambutannya, Pangarsa Punjer Keraton menyampaikan bahwa Seni Tayub Seblak Sampur Ponorogo merupakan bagian dari khasanah budaya Nusantara yang perlu terus dibudayakan dan dilestarikan.

Pesan tersebut menjadi penanda penting bagi para pelaku seni Ponorogo. Seblak Sampur tidak hanya dipandang sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan budaya masyarakat yang memiliki nilai untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi 120 penari yang menerima Partisara, penghargaan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan. Karya budaya yang lahir dan berkembang dari masyarakat Ponorogo mendapat apresiasi dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat.

Rasa bangga itu sekaligus menjadi dorongan untuk terus menjaga keberadaan Seblak Sampur agar tidak berhenti sebagai kesenian masa lalu, melainkan mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

Harapan Seblak Sampur Terus Tumbuh

Bagi masyarakat pendukungnya, penghargaan dari Keraton Surakarta Hadiningrat diharapkan menjadi salah satu pijakan baru bagi perkembangan Seblak Sampur Ponorogo.

Harapannya, kesenian tersebut dapat terus berkembang dan memperoleh tempat yang sejajar dengan berbagai kesenian khas Ponorogo lainnya yang selama ini telah dikenal luas.

Lebih dari sekadar sebuah penghargaan, Partisara tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap kerja panjang para seniman, pelestari budaya, tokoh masyarakat dan generasi muda yang memilih untuk tetap merawat kesenian tradisi.

Dari Ngrayun, Sambit hingga Sawoo, semangat itu bertemu di Surakarta. Sebuah karya budaya dari Ponorogo dibawa ke ruang apresiasi Keraton, sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi akan tetap hidup ketika ada generasi yang mau mengenal, memainkan dan mewariskannya.

Penghargaan untuk Grup Hadroh

Dalam kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Grup Hadroh Habibatun Nabi Kelurahan Paju, yang tergabung dalam Paguyuban Hadroh Gebang Tinatar Kabupaten Ponorogo.

Penghargaan tersebut semakin melengkapi momentum apresiasi terhadap para pelaku seni dan budaya Ponorogo yang terus bergerak menjaga tradisi melalui berbagai bentuk kesenian.

Malam itu, bukan hanya 120 penari yang membawa pulang penghargaan. Ada pula kebanggaan masyarakat Ponorogo karena salah satu kekayaan budayanya mendapat ruang penghormatan di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image