NEWS

Dukung Pertanian Ramah Lingkungan, GERDAL OPT Salurkan Bantuan Agens Hayati kepada Petani Sambit

GERDAL OPT di Sambit, Petani Poktan Sri Wahyu Tumurun Terima Bantuan Agens Hayati untuk Kendalikan Hama Tanaman

PONOROGO – WARTAKOTAKITA.com – Upaya mendorong pertanian modern yang sehat dan berkelanjutan terus dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (GERDAL OPT) dengan memanfaatkan Agens Pengendali Hayati (APH). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Sri Wahyu Tumurun, Dukuh Bangsalan, Desa Bangsalan, Kecamatan Sambit, Rabu (4/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anggota Poktan Sri Wahyu Tumurun menerima bantuan berupa APH Beauveria bassiana, bubur California, dan booster untuk mendukung perlindungan serta pertumbuhan tanaman. Penyerahan bantuan disertai edukasi teknis mengenai manfaat, dosis, dan tata cara penggunaannya.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Ponorogo, Sukatman, S.P., hadir memberikan pendampingan sekaligus penjelasan kepada para petani terkait penerapan pengendalian hama terpadu (PHT).

Sukatman menjelaskan, GERDAL OPT merupakan langkah strategis untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan dengan mengutamakan metode yang ramah lingkungan. Pemanfaatan agens hayati juga menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS).

Menurutnya, Beauveria bassiana merupakan jamur entomopatogen yang dapat menginfeksi dan mengendalikan jenis serangga hama tertentu. Penggunaannya diharapkan mampu menekan populasi hama sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.

“Petani perlu memahami cara penggunaan, dosis, serta waktu aplikasi yang tepat. Dengan begitu, bahan-bahan yang diberikan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu melindungi tanaman dari serangan hama maupun penyakit,” jelas Sukatman.

Selain APH Beauveria bassiana, bubur California diberikan sebagai bahan pendukung pengendalian gangguan penyakit tanaman tertentu. Sementara booster diharapkan dapat membantu mendukung pertumbuhan dan kondisi tanaman selama masa budidaya.

Sukatman menegaskan, keberhasilan pengendalian OPT tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pengendali, tetapi juga ketepatan penerapannya di lapangan. Oleh karena itu, petani perlu memperhatikan dosis, teknik aplikasi, waktu penggunaan, serta petunjuk teknis yang dianjurkan.

Melalui penerapan prinsip PHT, petani juga didorong melakukan pengamatan secara berkala terhadap kondisi tanaman dan perkembangan populasi hama sebelum menentukan tindakan pengendalian. Dengan demikian, penanganan OPT dapat dilakukan secara tepat sasaran dan tidak semata-mata mengandalkan pestisida kimia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sambit, anggota Poktan Sri Wahyu Tumurun Dukuh Bangsalan, serta perwakilan UPT Proteksi PPH Jawa Timur.

Melalui GERDAL OPT, diharapkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan pengendalian hama terpadu semakin meningkat sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga, penggunaan bahan kimia dapat lebih terkendali, serta kelestarian lingkungan pertanian tetap terpelihara.

Penulis: Eka Harnawa
Editor: Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image