BABINSA DAN WARGA DESA PAGER KOMPAK JINAKKAN KARHUTLA 3 HEKTAR
Babinsa, Bersama Inkait dan Komponen Masyarakat Desa Pager Kompak Padamkan Kebakaran Hutan
PONOROGO – Wartakotakita.com - Kepulan asap mulai terlihat membubung dari kawasan hutan milik Perhutani RPH Bungkal, sekitar Desa Pager, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Minggu sore (20/09/2026).
Sekitar pukul 16.30 WIB, asap tampak mengepul dari kawasan Petak 129H pada koordinat 8°00’39,2”S–111°28’46,3”E. Kondisi tersebut sontak memicu kewaspadaan masyarakat karena api berpotensi merambat melalui semak belukar yang mengering.
Informasi mengenai kebakaran itu kemudian diterima Babinsa Pager Koramil 0802/11 Bungkal, Sertu Kusairi. Mendapat laporan dari masyarakat desa binaannya, ia segera bergerak menuju lokasi dan menjalankan langkah penanganan sesuai prosedur mitigasi bencana hidrometeorologi.
Bukan hanya bergerak sendiri, Sertu Kusairi langsung membangun koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Bhabinkamtibmas, petugas Perhutani, perangkat Desa Pager dan masyarakat bersama-sama mengambil peran dalam upaya mengendalikan kobaran api.
“Kami tadi menerima laporan dari masyarakat Desa Pager yang menjadi desa binaan saya, bahwa terjadi kebakaran hutan. Saat siang hari, matahari terik tidak terlihat ada kebakaran hutan, baru pada sore hari ini tampak kepulan asap di ketinggian itu,” ungkap Sertu Kusairi saat ditemui di sela-sela kegiatan koordinasi pemadaman.
Menurutnya, kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran lahan dan hutan. Terlebih, medan kawasan hutan membuat proses pemadaman membutuhkan kerja sama dan kehati-hatian.
“Prosedur pemadaman hutan di wilayah kami telah tertata baik bila ada kejadian kebakaran lahan dan hutan. Antara kami sebagai Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Perhutani dan warga masyarakat telah memahami apa yang harus dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah penanganan diawali dengan koordinasi hingga pelaksanaan pemadaman secara bersama-sama dan terkoordinir.
“Diawali dengan koordinasi yang baik hingga pelaksanaan pemadaman api secara bersama, terkoordinir dan yang paling penting aman hingga api dapat dipadamkan,” pungkasnya.
PUTUS RAMBATAN API SAMBIL MENUNGGU BPBD
Setelah menerima laporan, Babinsa segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, petugas Perhutani serta perangkat Desa Pager. Perangkat desa juga menghubungi BPBD untuk mendapatkan dukungan personel dan peralatan pemadaman.
Sambil menunggu kedatangan petugas BPBD, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, petugas Perhutani RPH Pager dan warga bergerak menuju titik kebakaran.
Keterbatasan akses menuju lokasi tidak menyurutkan langkah mereka. Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi, mereka berupaya memutus rambatan api yang membakar semak belukar.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas, sembari menunggu peralatan pemadaman yang dibawa oleh petugas BPBD.
Kerja sama lintas unsur itu akhirnya membuahkan hasil. Api yang membakar kawasan semak belukar di hutan sekitar Desa Pager berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Setelah melalui proses penanganan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir, kebakaran lahan hutan seluas sekitar 3 hektare berhasil dipadamkan pada pukul 20.10 WIB.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesiapsiagaan, komunikasi dan kekompakan antara aparat, petugas Perhutani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran hutan berkembang menjadi lebih luas.
Di tengah kondisi kawasan hutan yang rawan terhadap rambatan api, gerak cepat dari unsur kewilayahan bersama masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga kawasan hutan tetap aman.
Reporter : MDC0802
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

