Parade Reog dan Gajah-Gajahan Meriahkan HUT ke-81 RI di Balong, Camat: Budaya dan Ekonomi Harus Bergerak Bersama
![]() |
| Camat Balong Suseno, S.Sos., M.M., saat memberikan sambutan dalam kemeriahan HUT ke-81 RI di Kecamatan Balong. |
Balong, Ponorogo – Wartakotakita.com – Suasana meriah menyelimuti Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Minggu siang (23/08/2026). Alunan gamelan, hentakan kaki para penampil, serta kemegahan Reog Ponorogo dan Gajah-Gajahan se-Kecamatan Balong menjadi warna tersendiri dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Iring-iringan Reog menampilkan 26 Dadak merak, 13 Jathil, 4 Bujangganong berangkat dari Koramil Balong menuju Lapangan Kecamatan Balong. Sedangkan iring-iringan Gajah-gajah berangkat dari perempatan Jalen.
![]() |
| Camat Balong, Kapolsek, Danramil, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Balong kompak menyemarakkan Parade Reog HUT ke-81 RI |
Di tengah semarak Parade Reog dan Gajah-Gajahan di Kecamatan Balong, iring-iringan tampak semakin menarik perhatian ketika Camat Balong, Kapolsek, Danramil, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Balong berjalan bersama di barisan terdepan. Mengenakan busana khas Ponoragan bernuansa hitam, mereka tampil menyatu dengan suasana kebudayaan yang meriah, sementara di belakangnya bergerak para jathil, bujang ganong, hingga dadak merak dengan segala keindahan dan karakternya. Kehadiran jajaran Forkopimcam bersama para kepala desa bukan sekadar menjadi bagian dari arak-arakan, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan dan dukungan pemerintah kecamatan terhadap pelestarian seni budaya lokal, menjadikan parade tersebut bukan hanya hiburan bagi masyarakat, melainkan juga ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga denyut tradisi Reog Ponorogo tetap hidup di tengah masyarakat. |
Bagi masyarakat Balong, pertunjukan tersebut bukan sekadar tontonan. Di balik kemeriahan parade kesenian tradisional itu tersimpan pesan tentang pelestarian budaya, kebersamaan, hiburan masyarakat, hingga penguatan ekonomi warga.
Camat Balong Suseno, S.Sos., M.M., saat diwawancarai awak media wartakotakita.com mengatakan, parade Reog dan Gajah-Gajahan merupakan rangkaian penutup kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Balong.
“Hari ini adalah rangkaian kegiatan yang terakhir, pentas seni Gajah-Gajahan dan juga kesenian Reog Ponorogo yang ada di Kecamatan Balong. Semua grup Reog dan Gajah-Gajahan hari ini tampil,” ungkap Suseno.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki tujuan utama untuk menjaga agar kesenian tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Yang pertama, tentu kita ingin melestarikan budaya kita agar tetap eksis dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Namun, parade itu tidak berhenti pada misi pelestarian budaya. Di tengah suasana kemerdekaan, kesenian juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersuka cita dan menikmati hiburan bersama.
Suseno berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan semangat membangun kehidupan masyarakat yang semakin baik.
“Yang lebih penting, makna dari Kemerdekaan yang ke-81 ini, kita berharap Indonesia semakin maju, Indonesia semakin sejahtera, dan khususnya masyarakat Balong ini bisa menikmati kemerdekaan yang ke-81 ini,” tuturnya.
Dari Panggung Seni, Menggerakkan Ekonomi Warga
Ada hal lain yang menjadi perhatian Camat Balong Suseno, S.Sos., M.M.. Setiap kegiatan masyarakat, menurutnya, sebisa mungkin tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
Kehadiran pedagang dan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan kemerdekaan menjadi bagian penting dari denyut perekonomian lokal.
“Yang lebih penting lagi, tentu kita harus membangkitkan ekonomi masyarakat kita. Dengan adanya pagelaran Reog, Gajah-Gajahan, dan hiburan-hiburan lainnya, tentu UMKM kita berkembang,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut sebelumnya juga diisi dengan jalan santai, kemudian dilanjutkan dengan parade kesenian. Momentum itu dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk menawarkan berbagai produk kepada masyarakat.
“Ini sejak kemarin ada kegiatan jalan santai, dilanjutkan dengan hari ini. UMKM kita keluarkan semua dan alhamdulillah antusias warga masyarakat luar biasa,” ujar Suseno.
Bagi masyarakat, keramaian seperti ini tentu bukan hanya soal datang dan menonton. Ada interaksi, transaksi, perjumpaan, serta pengalaman yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Suseno berharap kegiatan tersebut meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Balong.
“Insya Allah ini akan menjadi hiburan dan kenangan tersendiri bagi masyarakat kita,” katanya.
Berharap Tak Berhenti di Tahun Ini
Ketika ditanya apakah parade serupa akan kembali digelar pada tahun-tahun mendatang, Suseno membuka peluang tersebut.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan menjadi penting agar kesenian Reog Ponorogo dan Gajah-Gajahan di Kecamatan Balong tidak hanya tampil pada momentum tertentu, tetapi dapat terus berkembang dan mendapatkan ruang di tengah masyarakat.
“Ya, bisa jadi seperti itu. Tentu selain ini adalah sebuah kewajiban sebagai warga negara atas nikmat kemerdekaan ini, harapannya agar kesenian Reog Ponorogo dan Gajah-Gajahan yang ada di Kecamatan Balong ini tetap eksis,” ungkapnya.
Ia berharap, ke depan dapat digelar penampilan secara berkala dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap kesenian tradisional Ponorogo.
“Harapannya secara berkala nanti akan ada tampilan-tampilan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat pecinta Gajah-Gajahan dan Reog Ponorogo,” imbuhnya.
Di bawah terik matahari dan riuh suara gamelan, parade itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Reog dan Gajah-Gajahan hadir sebagai simbol kebanggaan budaya, ruang kebersamaan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dari Balong, semangat kemerdekaan pun dirayakan dengan cara yang khas: merawat budaya, menghidupkan ekonomi, dan bergandengan tangan membangun daerah.
“Mari kita bergandengan tangan, bersama-sama memajukan Balong tercinta ini.” pesan Suseno.





