Pra TMMD ke-129 di Bulu Lor, Saat Semangat Gotong Royong Menjadi Pondasi Pembangunan Desa
TNI dan Warga Bersatu Membangun Infrastruktur, Membuka Akses Ekonomi dan Harapan Baru bagi Masyarakat
Ponorogo - Wartakotakita.com - Suara alat kerja yang berpadu dengan canda warga mewarnai aktivitas Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Rabu (24/6/2026). Di tengah terik matahari, anggota TNI bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan berbagai sasaran fisik yang menjadi kebutuhan penting warga.
Kegiatan Pra TMMD yang telah berlangsung sejak pekan lalu tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh program pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu saat pelaksanaan TMMD resmi dimulai.
Adapun sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan paving jalan di Dukuh Ngipik dan Dukuh Gupit, pembangunan saluran air dan talud di Dukuh Gupit, pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, serta bedah rumah milik Sumani di Dukuh Gupit.
Pemandangan kebersamaan terlihat hampir di setiap titik pekerjaan. Warga tanpa ragu turun langsung membantu personel Kodim 0802/Ponorogo dan anggota Koramil Tipe B 0802/20 Jambon. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali menunjukkan kekuatannya dalam mendukung pembangunan.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, sebelumnya menjelaskan bahwa pelaksanaan Pra TMMD merupakan bagian penting dalam mematangkan berbagai persiapan di lapangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh target, baik fisik maupun nonfisik, dapat tercapai secara maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Salah satu sasaran yang mendapat perhatian besar masyarakat adalah pembangunan jembatan di Dukuh Bibis. Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital karena menjadi jalur yang mendukung aktivitas ekonomi warga sekaligus akses bagi anak-anak menuju sekolah.
Di lokasi pembangunan, Sukadi, Kamituwo Dukuh Bibis, tampak ikut terlibat bersama warga dan personel TNI. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan permanen tersebut sangat dinantikan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat untuk kelancaran ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Sangat berarti juga untuk anak sekolah karena saat musim hujan sering terjadi banjir yang menghambat aktivitas mereka sehingga selama ini dibuatkan jembatan dari bambu," ujarnya.
Lebih lanjut, Sukadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran TNI yang membantu pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat menyambut program TMMD dengan penuh antusias karena manfaatnya benar-benar dirasakan secara langsung.
"Kami mewakili seluruh warga Dukuh Bibis sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan ini. Warga sangat antusias bekerja bersama TNI di semua sasaran pembangunan,"katanya.
Bagi masyarakat Desa Bulu Lor, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Di setiap ayunan cangkul, susunan batu, hingga pengecoran jembatan, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, pembangunan bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com
