Akses Sulit Tak Surutkan Semangat, Material Jembatan Perintis Garuda Diangkut Motor dan Arco
Gotong royong TNI dan warga jadi kunci percepatan pembangunan di medan ekstrem
Ponorogo - Wartakotakita.com - Sulitnya akses menuju lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di wilayah Kodim 0802/Ponorogo tidak menyurutkan semangat para prajurit TNI bersama masyarakat. Justru, kondisi medan yang sempit dan menantang menjadi pemacu semangat untuk terus menuntaskan pembangunan, Minggu (05/04/2026).
Sejak dilaksanakannya ground breaking sebagai tanda dimulainya proyek, pengerjaan jembatan terus dikebut di empat titik lokasi. Tiga di antaranya merupakan jembatan Perintis Garuda, sementara satu lainnya adalah jembatan jenis Armco. Salah satu titik yang cukup menantang berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
Di lokasi tersebut, akses jalan yang sangat sempit membuat kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau area pembangunan. Namun kondisi ini tidak menjadi penghalang. Dengan penuh dedikasi, para anggota TNI bersama warga mencari solusi alternatif agar distribusi material tetap berjalan.
Sepeda motor dan alat angkut sederhana berupa arco menjadi andalan untuk memindahkan material seperti pasir dan koral. Material yang telah disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya harus diangkut secara estafet dari titik terdekat menuju lokasi pembangunan.
“Semua bahan termasuk pasir dan koral terpaksa harus dilangsir menggunakan motor roda dua maupun arco dari titik terdekat menuju jembatan,” ujar Peltu Daldiri, yang setiap hari terlibat langsung dalam proses pengerjaan.
Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan pekerjaan ini tidak lepas dari sistem kerja yang melibatkan masyarakat secara aktif. Setiap hari, warga bergotong royong secara bergiliran.
“Masyarakat bekerja bergantian tiap dua RT. Intinya gotong royong antara TNI dan masyarakat dari pagi hingga sore hari,” jelasnya.
Semangat kebersamaan tersebut terbukti mampu mendorong progres pembangunan. Hingga saat ini, capaian pembangunan di Desa Sidowayah telah mencapai 26,91 persen.
Sementara itu, di titik lainnya juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Di Desa Maguan, Kecamatan Sambit, progres telah mencapai 26,22 persen. Kemudian di Desa Bungkal mencapai 24,58 persen, dan pembangunan jembatan Armco di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung telah mencapai 6 persen.
Keterbatasan akses yang dihadapi tidak menjadi alasan untuk berhenti. Justru, kondisi tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di daerah.
Reporter : MdC0802
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com
