Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 di Desa Mliwis
![]() |
| Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana memukul kentongan sebagai simbolik dimulai semua kegiatan |
Desa Mliwis di Kecamatan Cepogo menjadi pusat penguatan pembangunan melalui program TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 yang mengedepankan gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.
Boyolali - Wartakotakita.com - Suasana khidmat bercampur semangat gotong royong mewarnai Lapangan Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, saat TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 resmi dibuka, Selasa (10/02/2026). Upacara yang digelar oleh Kodim 0724/Boyolali tersebut menjadi penanda dimulainya kerja bersama antara TNI, Pemerintah Kabupaten Boyolali, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan penandatanganan naskah pembukaan dan pemukulan kentongan sebagai simbol dimulainya kegiatan, ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dan kebersamaan.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kemajuan daerah harus dimulai dari desa.
“Kemajuan Boyolali berawal dari desa yang kuat dan mandiri. TMMD menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dan mempercepat pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini menjadi cerminan komitmen nyata pemerintah bersama TNI dalam membangun wilayah hingga pelosok. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ruh TMMD diharapkan mampu mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Pelaksanaan TMMD di Desa Mliwis didukung anggaran sebesar Rp 751 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Boyolali, serta swadaya masyarakat. Kolaborasi pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama.
Adapun sasaran fisik dalam program ini meliputi betonisasi jalan sepanjang 884 meter serta pembangunan talud dengan volume 262,9 meter kubik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik. Mulai dari penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, pencegahan pernikahan dini, pelayanan kesehatan dan keluarga berencana, hingga pembinaan generasi muda dan pemberdayaan UMKM. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Desa Mliwis.
Bagi masyarakat, TMMD bukan hanya soal pembangunan jalan dan talud, melainkan tentang kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan. Warga bergotong royong bersama prajurit TNI, bahu-membahu demi mewujudkan desa yang lebih maju.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap Desa Mliwis dapat berkembang menjadi desa yang semakin mandiri dan sejahtera. Masyarakat pun diajak untuk ikut berperan aktif menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang persatuan, kolaborasi, dan harapan menuju masa depan desa yang lebih baik.
Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com




