NEWS

TMMD Jadi Kekuatan Luar Biasa, Bupati Wonogiri Tegaskan Desa Adalah Titik Awal Kemajuan Daerah

Program TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 Ditekankan Bukan Sekadar Rutinitas, tetapi Investasi Sosial untuk Kesejahteraan Warga

Wonogiri - Wartakotakita.comSemangat kebersamaan dan gotong royong kembali menguat di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, seiring resmi dibukanya Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Tahun 2026. Program lintas sektor ini dinilai menjadi kekuatan luar biasa dalam mempercepat kemajuan desa sekaligus memperkokoh persatuan antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat memimpin Upacara Pembukaan TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 di lapangan Desa Kembang, Selasa (10/2/2026). Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa TMMD bukan sekadar program rutin tahunan, melainkan wadah strategis untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa.

Menurut Bupati, selama ini pelaksanaan TMMD, baik reguler maupun sengkuyung, telah terbukti efektif dalam menjaga dan mengikat kebersamaan lintas unsur. Sinergitas dan kemanunggalan yang terbangun melalui TMMD menjadi modal sosial penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Wonogiri.

“Hilangkan kesan bahwa TMMD adalah kegiatan rutinitas. Niatkan program ini sebagai upaya menghadirkan fasilitas yang benar-benar memberi nilai manfaat demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berpesan agar seluruh pihak yang terlibat melaksanakan program TMMD dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Pembangunan yang dilakukan sejak awal hingga akhir secara bersama-sama diharapkan mampu menumbuhkan rasa ikut memiliki di tengah masyarakat atau yang dikenal dengan istilah “melu handarbeni”, sehingga hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.

TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tema ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan rabat jalan, talud jalan, rehabilitasi masjid, serta pembangunan sumur bor. Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Sadar Hukum, Undang-Undang Lalu Lintas, bahaya narkoba, program KB, serta kesehatan masyarakat.

Dari sisi pembiayaan, berdasarkan laporan pelaksanaan, keseluruhan kegiatan TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 didukung oleh APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 186 juta, APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp 768 juta, serta swadaya masyarakat sebesar Rp 50 juta, dengan total anggaran mencapai Rp 1 miliar 4 juta rupiah.

Bupati berharap seluruh biaya, tenaga, dan darma bakti yang telah dicurahkan oleh unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan program yang berjalan sukses dan tepat sasaran. Terlebih, sebagian pelaksanaan TMMD kali ini berlangsung di Bulan Suci Ramadan, sehingga diharapkan mampu menjadi momentum penguatan nilai kebersamaan, pengabdian, dan keikhlasan.

“Mari jadikan TMMD Reguler Ke-127 Tahun 2026 sebagai TMMD terbaik, yang memberi edukasi, membangkitkan kebersamaan, mempertahankan semangat gotong royong, serta memperkuat rasa kebangsaan dan rela berkorban demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, TMMD kembali ditegaskan bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun jiwa, solidaritas, dan masa depan masyarakat Wonogiri.

Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image