PRIMBON JAWA
![]() |
| Ilmu Titen dan Kalender Spiritual Warisan Leluhur Jawa |
Primbon oleh masyarakat jawa digunakan untuk penujuman tradisional, primbon merupakan ilmu titen / ilmu melihat ketetapan alam yang berlaku dalam kondisi kebiasaan, berbagai perhitungan memang masih relevan dengan kondisi jaman sekarang, namun penerapannya mungkin sedikit banyak memang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keyakinan.
NEPTU DASAR
Neptu dina
- Senin (4)
- Selasa (3)
- Rabu (7)
- Kamis (8)
- Jum’at (6)
- Sabtu (9)
- Minggu (5)
Neptu Pasaran
HITUNGAN KEHIDUPAN
Duduk Ris (awal membangun Pondasi)BUMI • JALMA • wana • pralaya
KERTA • yasa • CANDI • rogoh • sempoyong
Buka Usaha
SANDANG • PANGAN • lara • pati
Tuku Barang / Bibit (membeli barang)
SRI • kitri • GANA • liyeh • pokah
Tingkepan
KERTA • WILABA • uruhan • unen
Tiyang Gerah
BEJO • BANYU • petak • tangis
Tandur (menanam)
Oyot • Wit • Godhong • Uwoh
Lelungan (bepergian)
kliyek • MENTEK • jala • KEMIL
Tuku Sato Kewa (Membeli Hewan Ternak)
SUKU • watu • GAJAH • sungu
Ngimpi
titi • YONI • puspa • tajem
Tiyang Seda
GUNUNG • guntur • SEGARA • asat
Manten / Jodoh
pegat • JODHO • wayuh
NAGA TAHUN (ARAH ENERGI)
- Besar • Sura • Sapar
- Mulud • Ba’da Mulud • Jumadil Awal
- Jumadil Akhir • Rejeb • Ruwah
- Pasa • Sawal • Sela
KALENDER SPIRITUAL JAWA
Kalender Jawa sama halnya dengan kalender-kalender yang lain menunjukkan tahun, bulan, tanggal dan hari dari suatu saat. Dalam kalender ini selain ada tujuh hari, minggu sampai dengan sabtu juga ada lima hari pasaran : kliwon, legi, pahing, pon, dan wage.
Di Jawa kedua macam hari itu digabungkan untuk mengingat kejadian-kejadian yang penting.
SOROTAN SEJARAH
- Sultan Agung lahir dan wafat pada Jumat-Legi
- Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 juga Jumat-Legi
Orang tradisional biasanya menghindari hari tertentu yang dianggap “Hari Jelek”.
FILOSOFI HIDUP
Kalender Jawa menunjukkan perputaran hidup antara manusia dimana hidup itu diciptakan oleh Gusti, pencipta Jagad Raya, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Konsep utama:
lahir → hidup → mati → kembali ke suwung
SIKLUS TAHUN JAWA
Alip • Ehe • Jemawal • Je • Dal • Be • Wawu • Jimakir
Makna:
ada-ada tumandang gawe lelakon urip bola-bali marang suwung
SIKLUS BULAN JAWA
Sura • Sapar • Mulud • Bakda Mulud • Jumadil Awal • Jumadil Akhir • Rejeb • Ruwah • Pasa • Sawal • Sela • Besar
Makna menggambarkan perjalanan hidup manusia dari awal hingga kembali ke asal.
DINA PITU (GERAK KEHIDUPAN)
- Minggu meneng (diam)
- Senen maju (maju)
- Selasa mundur (mundur)
- Rabu ngiwa (ke kiri)
- Kamis nengen (ke kanan)
- Jumat munggah (naik)
- Sabtu mudhun (turun)
PASARAN (SIKAP HIDUP)
- Kliwon ngadek (berdiri)
- Legi mundur (mundur)
- Pahing madhep (menghadap)
- Pon turu (tidur)
- Wage lungguh (duduk)
MAKNA TANGGAL
1 → awal kehidupan
14–15 → puncak kehidupan
20 → mulai menurun
25 → kembali lemah
26 → kembali ke asal
Disebut: cakramanggilingan (roda kehidupan)
NEPTU DINA WERNA
- Minggu : 5 Ijo
- Senin : 4 Biru
- Selasa : 3 Cokelat
- Rabo : 7 Putih
- Kamis : 8 Abang
- Jumat : 6 Kuning
- Sabtu : 9 Ireng
NEPTU PASARAN WERNA
- Legi : 5 Putih
- Paing : 9 Abang
- Pon : 7 Kuning
- Wage : 4 Ireng
- Kliwon : 8 Ungu
NEPTU SASI LAN TAHUN
Sasi Neptu
- Sura 7
- Sapar 2
- Rabingulawal 3
- Rabingulakir 5
- Rejeb 2
- Ruwah 4
- Pasa 5
- Sawal 7
- Dulkaidah 1
- Besar 3
Tahun Neptu
- Alip 1
- Ehe 5
- Jimawal 3
- Je 7
- Wawu 6
- Jimakir 3
PENUTUP
Primbon Jawa bukan sekadar hitungan, melainkan pedoman hidup agar manusia memahami asal dan tujuan hidupnya, serta menjalani kehidupan dengan bijak.
Di kutip dari Primbon Jawa

