NEWS

Tiga Pekan di Kembang, Serda Ali Tegaskan Ibu Kandung TNI Adalah Rakyat

Kebersamaan Satgas TMMD 127 Kodim Wonogiri dan Warga Jatipurno Kian Hangat Tanpa Sekat

Wonogiri - Wartakotakita.com - Memasuki pekan ketiga pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri, suasana kebersamaan antara anggota TNI dan warga Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, semakin terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak tampak sekat antara prajurit Satgas dan masyarakat. Di sela-sela pekerjaan fisik pembangunan, canda dan obrolan ringan menjadi pemandangan yang akrab setiap hari.

Kamis (5/3/2026), suasana di lokasi TMMD terlihat berbeda. Di antara para prajurit dan warga yang bergotong royong, tampak sosok sepuh yang setia hadir hampir setiap hari. Ia adalah Mbah Krinah (83), warga Dusun Sapatan, Desa Kembang. Meski usianya tak lagi memungkinkan untuk ikut bekerja, semangatnya untuk hadir dan menyapa para tentara tak pernah surut.

Dengan logat Jawa yang kental, Mbah Krinah mengungkapkan kekagumannya terhadap para prajurit yang menurutnya jauh dari kesan menyeramkan.

“Kula gumun tenan, ABRI sekarang niku biasane kan serem-serem, lah iki kok podo pinter guyon,” tuturnya polos, yang jika diterjemahkan berarti dirinya heran karena TNI yang dulu dianggap tegas dan menyeramkan, kini justru pandai bercanda dan ramah.

Bagi anggota Satgas, kehadiran Mbah Krinah menjadi penyemangat tersendiri. Di waktu istirahat, mereka kerap duduk bersama, mendengarkan cerita-cerita masa lalu, sekaligus berbagi kisah tentang kehidupan desa. Kebersamaan itu menciptakan suasana kekeluargaan yang tulus dan alami.

Tidak hanya dengan Mbah Krinah, interaksi hangat juga terjalin dengan warga lain yang setiap hari turut bergotong royong membantu pengerjaan sasaran fisik TMMD. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga perbaikan fasilitas umum, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Salah satu anggota Satgas, Serda Ali, menegaskan bahwa kedekatan antara TNI dan rakyat bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan sudah menjadi jati diri institusi.

Sejatinya ibu kandung TNI adalah rakyat. Jadi sudah semestinya kami selalu berada di tengah-tengah rakyat dan menyatu dengan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga momentum mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Melalui kebersamaan di lapangan, tumbuh rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling memiliki.

Di Desa Kembang, TMMD tidak hanya membangun jalan atau fasilitas desa, tetapi juga membangun kedekatan hati. Tiga pekan kebersamaan telah membuktikan bahwa kehadiran TNI benar-benar dirasakan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat desa.

Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image