NEWS

Petugas Haji 2026 Dilatih Semi-Militer, Kodim 0724 Boyolali Perkuat Disiplin dan Profesionalisme

Diklat PPIH Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan Tekankan Kekompakan, Ketangguhan, dan Soliditas Tim

Boyolali - Wartakotakita.comUpaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji terus diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Rabu (11/02/2026). Dalam pelatihan ini, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilibatkan dengan pendekatan pola semi-militer guna membentuk karakter petugas yang disiplin, solid, dan profesional.

Pendekatan semi-militer tersebut dirancang bukan semata menitikberatkan pada kekuatan fisik, tetapi juga pada pembentukan mental, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam satu komando yang terstruktur. Mengingat kompleksitas pelayanan haji yang melibatkan ribuan jemaah dengan dinamika tinggi, kesiapan petugas menjadi faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci.

Kodim 0724/Boyolali menjadi salah satu satuan yang dipercaya melaksanakan pembinaan tersebut. Dengan pengalaman dalam pelatihan kedisiplinan dan pembentukan karakter, Kodim 0724/Boyolali menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pembekalan terbaik kepada para calon pelayan tamu Allah.

Pasi Ops Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Muslih, menjelaskan bahwa materi pelatihan mencakup pembinaan fisik, mental, serta penguatan kerja sama tim. Salah satu materi utama yang diberikan adalah Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai sarana membangun kekompakan dan kohesivitas antarpersonel.

“Tujuan utamanya adalah membentuk tim yang solid dan kuat. Dengan baris-berbaris, akan tercipta hubungan yang kompak antarpetugas. Saat diperintah untuk hormat, semua melakukannya secara serentak,” ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan semi-militer bukan untuk menciptakan suasana kaku, melainkan untuk menanamkan nilai disiplin, ketegasan, serta sistem komando yang tertata rapi. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam manajemen pelayanan publik, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji yang menuntut respons cepat dan koordinasi yang presisi.

Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan secara terukur dan proporsional, tetap mengedepankan pendekatan humanis agar para petugas mampu melayani jemaah dengan empati dan kepedulian tinggi. Diharapkan, melalui diklat ini, Petugas Haji Indonesia Tahun 2026 dapat menjalankan tugas dengan sigap, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Sinergi antara unsur kementerian dan TNI ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji, sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image