Deru Mesin Molen Pacu Perbaikan Saluran Air 327 Meter TMMD Sengkuyung 2026 Kodim 0735 Surakarta
Semangat TNI dan Warga Joyotakan Menggema di Balik Pembangunan Drainase
Surakarta - Wartakotakita.com - Deru suara mesin molen beton memecah suasana pagi di RT 05/06 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Senin (16/02/2026). Putaran tanpa henti alat pengaduk semen itu menjadi irama kerja yang membakar semangat Satgas TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 Kodim 0735 Surakarta bersama Ormas, Linmas, dan masyarakat setempat.
Di lokasi sasaran fisik, perbaikan saluran air sepanjang 327 meter dengan menggunakan udich berukuran 80 cm x 80 cm terus dikebut. Mesin molen beton menjadi salah satu kunci utama percepatan pekerjaan, memastikan adukan semen tercampur sempurna dan siap digunakan dalam proses pengecoran.
Bagi Satgas TMMD, molen bukan sekadar alat bantu. Putaran mesin itu menjadi simbol energi dan kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur lingkungan.
Komandan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta, Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos, yang memimpin langsung kegiatan di lapangan, menjelaskan bahwa penggunaan mesin pengaduk beton sangat membantu efektivitas kerja.
“Ada satu unit mesin pengaduk semen (molen) yang digunakan oleh Satgas TMMD dalam kegiatan pengecoran ini. Dengan alat tersebut, proses pengerjaan menjadi lebih cepat dan hasil adukan lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kali mesin mulai berputar, semangat anggota Satgas dan warga pun ikut terpacu.
“Putaran mesin molen seakan memacu semangat kami untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD,” ungkap Kapten Tri Rusman.
Hal senada disampaikan salah satu anggota Satgas, Peltu Sugianto, yang merasakan langsung manfaat penggunaan molen di lapangan. Menurutnya, mesin tersebut membuat pekerjaan lebih efisien, terutama dalam pembuatan adukan beton untuk badan jalan dan saluran air.
“Molen ini sangat membantu mempercepat pekerjaan. Setiap hari kami rawat dengan baik agar bisa digunakan sampai pekerjaan selesai. Dengan perawatan yang baik mesin akan lebih awet dan pekerjaan jadi ringan,” tandasnya.
Di tengah terik matahari dan tumpukan material bangunan, prajurit TNI, anggota Ormas, Linmas, serta warga tampak bekerja bahu-membahu. Ember demi ember adukan beton diangkat dan dituangkan ke dalam cetakan saluran air. Canda ringan sesekali terdengar, menghapus lelah yang menyelimuti.
Program TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan saluran air sepanjang 327 meter ini diharapkan mampu memperlancar drainase lingkungan dan mencegah genangan saat musim hujan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Joyotakan.
Deru mesin molen terus berputar, menjadi saksi bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menyala. Di setiap adukan semen yang tercampur, tersimpan harapan akan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi warga Surakarta.Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com




