NEWS

Cegah Perundungan di Sekolah, Babinsa Karangmalang Edukasi Siswa SD Kroyo I

Edukasi Humanis untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman

Sragen - Wartakotakita.comUpaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus dilakukan dengan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Hal itu tampak dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi anti perundungan yang diberikan Babinsa Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, Serka Sugito, kepada para murid Sekolah Dasar Negeri Kroyo I, Kecamatan Karangmalang, Rabu (21 Januari 2026).

Suasana sekolah pagi itu terasa berbeda. Di hadapan para siswa, Serka Sugito tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing. Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak, ia mengajak para murid mengenali apa itu perundungan, mengapa berbahaya, serta bagaimana bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut.

Dalam penyampaiannya, Sugito menjelaskan bahwa bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah. Tindakan ini bisa berbentuk fisik maupun psikologis, dilakukan berulang, dan berpotensi menimbulkan trauma serta tekanan mental bagi korban.

Menurutnya, perundungan tidak selalu identik dengan kekerasan fisik. 

“Bully tidak hanya berupa memukul, menampar, atau menendang. Tindakan mengejek, memberi julukan yang tidak pantas, mempermalukan, atau berkata kasar juga termasuk bullying, meski tanpa sentuhan fisik,” jelasnya di hadapan para siswa.

Melalui sosialisasi tersebut, para murid diajak memahami pentingnya saling menghargai, menghormati, dan berempati terhadap sesama teman. Nilai-nilai tersebut, kata Sugito, merupakan pondasi penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa sekolah bukan tempat untuk menindas, melainkan ruang bersama untuk tumbuh, belajar, dan saling mendukung. Dengan lingkungan yang bebas dari perundungan, proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.

Langkah preventif yang dilakukan Babinsa ini menjadi bukti nyata bahwa pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa.

Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image