Pesantren Ramadhan SDN 2 Waru Tanamkan Karakter Anti-Bullying Bersama Babinsa
Wonogiri - Wartakotakita.com - Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan secara maksimal oleh SD Negeri 2 Waru, Kecamatan Slogohimo, untuk memperkuat pendidikan karakter para siswa. Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan, pihak sekolah menggandeng Koramil 22/Slogohimo untuk memberikan sosialisasi tentang Character Building dan Bahaya Perundungan (Bullying) kepada para murid, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Serda Awaludin sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para siswa memahami pentingnya membangun sikap saling menghargai, sekaligus menjauhi segala bentuk tindakan perundungan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam pemaparannya yang komunikatif dan mudah dipahami anak-anak, Serda Awaludin menegaskan bahwa bullying merupakan “racun” yang bisa merusak masa depan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa dampak perundungan tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga memberi pengaruh negatif bagi pelaku.
Menurutnya, korban bullying kerap mengalami tekanan mental seperti rasa takut, kecemasan, hingga menurunnya prestasi belajar. Sementara itu, pelaku yang terbiasa melakukan tindakan perundungan berisiko tumbuh dengan karakter yang kurang baik dan berpotensi terjerumus dalam perilaku menyimpang di masa mendatang.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Jangan sampai ada teman yang disakiti atau direndahkan. Kita harus saling menghargai dan saling melindungi,” pesan Serda Awaludin di hadapan para siswa yang mengikuti kegiatan di Mushola Al-Hikmah dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting di Desa Waru, di antaranya Kepala Desa Waru Wisnu Sejati, Kepala Sekolah SDN 2 Waru Suwarni, S.PdI., M.Pd, serta jajaran komite sekolah dan para guru. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan itu, para orang tua dan guru juga diingatkan akan peran penting mereka sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah praktik perundungan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Suasana kegiatan semakin hidup saat sesi dialog interaktif digelar. Para siswa terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman, sehingga pesan tentang pentingnya empati, persahabatan, dan keberanian menolak kekerasan dapat dipahami dengan lebih mendalam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SDN 2 Waru tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati tinggi, serta keberanian menolak segala bentuk perundungan.
Semangat Ramadhan yang penuh nilai kebaikan pun menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Waru dalam menanamkan pondasi moral bagi generasi muda, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari bullying.
Reporter : Agus Kemplu
Penulis : Eka Harnawa
Editor : Tim Redaksi Wartakotakita.com
